Minggu, 19 Juni 2016

Interior : Cake Shop

hallo... setelah beberapa bulan ndak ngutak-atik blog. Alhamdulillah masi diberi kesempatan untuk nulis sedikit di blog ini.

Ini pertama kalinya aku dapat job sebagai freelance. Udah cukup lama sih sebenarnya project ini, awal November 2015 (tapi baru sempat cerita disini sekarang). Disini kerjaanku masih cukup mudah sih, aku cuma diminta bikin modelingnya aja (visualisasinya, karena layout dan konsep general sudah dibuat oleh temanku) dan untung nggak sampai rendering soalnya masih pemula banget kalo rendering (tapi nanti dibawah aku sertain juga hasil trial and error ku untuk coba render interiornya).

Project ini adalah redesain sebuah cake shop, dari seorang klien (kliennya temenku lebih tepatnya) yang berada di Dili, Timor Timor (wow project nya sampe keluar negri ya :D). Sebelum ngerjakan, aku dikasih arahan tentang konsep yang klien inginkan dan konsep general yang akan direalisasikan ke modeling yang akan aku buat nanti, diperlihatkanlah beberapa gambar referensi yang dikirim oleh klien.

Berikut ini hasil modeling (visualisasi) sesuai dengan konsep awal dari temanku:




Kalo 3 gambar dibawah ini hasil tial and error ku untuk proses rendering, ada beberapa tambahan sedikit dari sebelumnya (agar suasana cake shop lebih terasa):


Area depan
Area depan ini memiliki konsep terbuka, dengan dominan material kaca, sehingga calon pengunjung dapat melihat suasana didalam toko dan selanjutnya tertarik dan mengunjungi toko. Di samping pintu masuk toko, ditempatkan lemari display (untuk memajang menu-menu special dari toko).



View 1 pada interior toko


View 2 pada interior toko


Jumat, 29 Januari 2016

Curriculum Vitae dan Portofolio

Apa sih CV  dan Portofolio itu?
biasanya kalau di dunia kerja dua hal itu hampir selalu diperlukan. nah apa sih beda dari keduanya... sedikit rangkuman dari hasil browsingku yang dipadukan dengan pendapat saya:

CV (Curriculum Vitae) merupakan daftar riwayat hidup yang berupa dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman seseorang dan kualifikasi lainnya. Intinya CV itu ringkasan mengenai latar belakang seseorang.


Nah kalau portofolio biasanya berisi hasil karya orang tersebut. Kalau untuk melamar pekerjaan tergantung mau apply pekerjaan apa, misalnya mau apply jadi desainer, jadi yang dikirim adalah hasil karya desainnya yang bersangkutan. kalau bisa ya dibuat semenarik mungkin. Nah blog gini juga bisa nih jadi salah satu media kita buat nampung karya-karyanya kita, bisa dibilang portofolio online kita lah..

ini ada contoh CV dan portofolio (proses hasil belajar) ku, dulu buat apply magang/kerja profesi (salah satu mata kuliah):



 ini beberapa kumpulan hasil tugas dasar desain dan gambar bentuk (awal-awal perkuliahan, lebih banyak belajar tentang dasar-dasar mendeain dan menggambar). lebih banyak ke main-main sih, mainan cat, gypsum, pensil, kaca, drawingpen, karton.

 ini paling awal banget, hasil pertama kalinya desain dan masih manual semuanya, mulai dari gartek dan sketch/visualisasinya. (maaf sketch nya masih tingkat dasar banget kemampuanku).

 kalau yang ini sudah menggunakan bantuan kecanggihan teknologi (software), tapi render masih asal banget.


nah dua diatas ini merupakan beberapa pengembangan ketrampilan, masih dalam lingkup mata kuliah juga.


oke sekian dulu mengenai cv dan portofolio.
terimakasih untuk para pembaca :)
salam



silvia yh

Eksterior

ini kali keduaku mencoba untuk merancang sebuah eksterior (lebih ke merancang taman sih). kali ini dimintain tolong temen untuk merancang sebuah eksterior halaman rumah, dengan lokasi di daerah kotagede. 

 hunian ini memiliki halaman yang tidak terlalu luas, sehingga tidak terlalu banyak pernak-pernik taman. pada sisi kanan, dengan sudut yang menyempit, dimanfaatkan sebagai kolam kecil. sedangkan dibagian kiri, hanya ada beberapa tanaman dan halaman dibiarkan lebih luas agar bisa difungsikan sebagai halaman bermain maupun sebagai parkir kendaraan (motor/sepeda). konsep lebih mengarah ke minimalis dan natural.

 tampak depan

tampak depan (rendering 3ds max)

Penggunaan material batu kali dan tanaman pada dinding bertujuan untuk memberi kesan asri dan natural.


tampak sisi pada kolam ikan

Adanya sebuah kolam juga dapat menambah kesan dingin (adem) dan juga suara gemericik air memberikan suasana rileks.



tampak sisi kiri halaman rumah

Minggu, 24 Januari 2016

Belajar render 3ds max

 Software 3ds max menjadi salah satu alternatif dari sekian banyak software untuk desain.

modeling pertamaku dengan menggunakan 3ds max, renderingnya pun masih menggunakan scanline (default dari 3ds max).

kalau yang ini pakai mental ray (masih default juga dai 3ds max). Bedroom ini memiliki konsep maskulin, dengan lebih mengedepankan dari sisi art dengan beberapa painting. penggunaan warna-warna netral memberi kesan yang homey. Selain itu adanya sebuah single sofa yang berada di sudut dengan warna yang kontras ini sebagai point of view dari ruangan ini dan juga menjadikan ruangan agar tidak monoton.


Sabtu, 02 Januari 2016

Hasil Karya Saat masa-masa di Sekolah

Bersyukurlah waktu di SMP dan SMA di sekolahku dulu tetap diajarkan pelajaran seni rupa. Ini ceritanya KSBB (kelingan sing mBiyen-mBiyen). Dan berkat itulah aku punya modal untuk berani mengambil jurusan yang sekarang sedang aku jalani (desain interior). wah benar-benar nggak kebayang, padahal dulu pas SD aku nggak terlalu suka dengan dunia gambar. mungkin untuk cerita ini lagu isyana cocok kali ya...

“Tak pernah terbayangkan akan jadi seperti ini pada akhirnya…”

ini ada nih karya pas SD, tp ini kolaborasi aku sama mbakku (tp kebanyakan mbakku sih yang gambar hehehe)
(maaf ya gambare rodo burek, emang ini udah lama banget sampe sawangen)

ini sebenarnya dulu disuruh guruku bikin hiasan berupa tulisan pepatah penyemangat gitulah, dan mau dipajang untuk menghias dinding kelas. Dan dari sekelas akan dipilih yang bagus. wah akhirnya aku semangat dong, pengen karyaku dipajang di dinding kelas. akhirnya aku bikin lah tulisan ini, maksud tulisan jawanya "Ing Ngarsa Sung Tuladha" (eh tapi aku salah itu nulisnya di gambar, wajarlah anak SD. hehe pembelaan). Merupakan salah satu slogan dari Ki Hajar Dewantara, yang artinya "yang didepan memberi teladan (contoh yang baik)". di gambar ini aku yang bikin tulisan jawanya, dan mbakku sisanya (hehe aku cukup bagian typografinya aja). Dan alhasil setelah selesai dan dibawa ke sekolah eh nggak jadi dipajang (mungkin guruku waktu itu lupa kalo nyuruh bikin beginian). dan karena sudah lama jadi gini deh..

Oke, mulai di awal-awal SMP aku masih belum begitu menaruh perhatian (eaaa perhatian) ke pelajaran seni, karena waktu itu aku sudah menargetkan untuk melanjutkan ke SMA dengan jurusan ipa (ya waktu itu aku masih studi oriented bangetlah). tapi setelah beberapa kali praktek membuat karya, dalam benakku timbul suatu pemikiran ' wah asik ya ternyata, wah enak bisa bikin-bikin sendiri, wah keren ya ternyata dan bla bla bla bla'. Nah dari situ aku kadang dirumah suka gambar, mulai dari tokoh kartun yang dulu favoritku, ya walaupun gambarnya masih nyontek dari buku bergambar hehehehe

oke ini ada beberapa karyaku semasa SMP:

aduuuh typografinya nggak nguati banget deh, ya harap maklum lah. 
itu beberapa tokoh kartun favoritku pada kala itu (tp tokoh terfavoritku tetep haibara sih sampe sekarang). pas jaman SMP jarang ada temen yang suka kartun juga, jadi ya begitulah..


  
kalo yang ini gambar karena emang dapat tugas dari guru seni rupa, banyak sih sebenarnya tapi yang terdokumentasi cuma ini aja. pernah bikin komik, tp kalo tugas yang komik ini waktu itu aku minta tolong temenku buat nggambarin (hehehe maaf ya pak guru, yg komik itu bukan gambar asli saya).

selain karya 2dimensi, kita juga diajarin bikin karya 3dimensi dan beberapa teknik membuat karya seni lainnya. yang aku inget sih pernah bikin sebuah karakter dengan teknik cetak gypsum, ikat pinggang dari tali koor, membuat bedge seragam pakai teknik sablon, dan terakhir ini ni batik... waktu itu aku benar-benar kagum sama guruku (gurunya masi cukup muda seh) karena dia bisa hampir segalanya, gambar sketchnya bagus, skills bikin kerajinan seni juga luaaaar biasa. setelah mendapat beberapa pelajaran seni itu aku mulai sedikit tertarik, dan dengan seni rasanya bisa bebas mau mengekspresikan apa aja..

(mungkin dilain kesempatan aku pengen jelasin pengalamanku tentang masing-masing teknik bikin karya yang udah aku sebutin tadi).
ini ada salah satu contoh karya tugasku batik, tp tetep untuk urusan gambar-menggambar waktu itu aku minta tolong ke temenku hehehe, tp yang ngerjain yng mbatiknya aku sendiri kok.


Masa SMP kelar, akhirnya aku masuk juga ke SMA pilihanku. pas SMA pelajaran seni adanya di kelas 2 sama 3. waktu itu pernah bikin gambar proyeksi, gambar perspektif, bikin sablon dengan teknik cungkil. berikut beberapa hasil gambar dari tugas-tugas tersebut:
entah ini gambar apa namanya lupa, yang paling aku suka sih ini pas ngewarnainnya

 
gambar proyeksi (pelajaran ini membantu banget pas aku kuliah)

 
beberapa sketch
(kliatan banget dari garisku, saya orang yang kurang PD)

oke itu tadi beberapa hasil karya ku (ada beberapa yang kolaborasi sih hehe).
kalo menurutku sih intinya: pokoknya gali lah potensi yang ada dalam diri dan kembangkan (ikuti kata hati, tp dalam hal yang sifatnya positif lho ya.. hehe). Saya jadi ingat pada masa awal perkuliahan saya kurang percaya diri pada kemampuan saya di bidang desain. Tapi suatu hari dosen saya mengatakan bahwa setiap orang itu berbakat dan setiap orang berbeda-beda. Kata-kata itu membuat saya semangat untuk terus belajar tentang seni dan desain . Saya mencoba yang terbaik yang ada dalam diri saya. Masih banyak yang harus saya pelajari untuk mengembangkan potensi saya agar bisa lebih, lebih, dan lebih lagi dari kemampuan saya yang sekarang.
Dan menurut saya hal yang paling penting itu bukan masalah bagus atau jeleknya, tapi lebih kearah bagaimana proses belajarnya. semangaaat <3

sekian terimakasih...
Salam


Silvia YH

Selasa, 10 November 2015

Sekilas Pengalamanku Odontek Dua Kali

ODONTECTOMY atau Odontektomi adalah suatu tindakan bedah atau operasi sederhana yang dilakukan untuk mengeluarkan gigi bungsu yang impaksi. Gigi impaksi adalah gigi yang tidak dapat keluar sama sekali atau tidak dapat keluar secara sempurna pada rongga mulut. Gigi bungsu yang impaksi terjadi karena posisi gigi dan ruang pada lengkung rahang yang tidak memenuhi syarat untuk gigi bungsu tersebut dapat tumbuh sempurna.
Berawal sekitar satu tahun yang lalu, saya merasakan hal yang aneh dengan gigi saya. Beberapa hari terasa bengkak dan teramat sakit sampai susah makan. Akhirnya setelah beberapa hari berlalu, sakit itu mereda, namun ada sesuatu yang tumbuh dan semakin lama semakin terlihat bahwa itu gigi geraham. waktu itu saya langsung browsing tentang kesehatan gigi, dan saya juga mencoba bertanya pada suatu halaman web. Dari situlah saya mengenal istilah gigi bungsu dan beberapa efek yang ditimbulkannya.

Pada waktu itu untunglah saya juga punya kenalan dokter co as. Dan saat itu saya juga akan menjalani perawatan gigi yang lain (gigi jembatan). Dokter saya pun menyarankan untuk foto rontgen (panoramic) dan ternyata benar dua gigi bungsu bawah saya dalam keadaan miring dan harus diambil agar tidak merusak gigi lainnya. Setelah dijelaskan prosesnya dan jadwalpun juga sudah ditentukan. Namun waktu itu dokter saya hanya bisa mengambil satu gigi impaksi, yaitu gigi bungsu didekat gigi yang akan dipasang gigi jembatan dan kondisi dari gigi bungsunya masih didalam gusi. Operasi pun dimulai (waktu itu saya operasi awal-awal bulan januari 2015), karena hanya satu gigi jadi hanya dibius/anestesi lokal. Pada dasarnya saya orang yang takut dengan jarum suntik, padahal anestesi tersebut memakai jarum suntik dan efeknya dari obat anestesi berjalan agak lambat karena dipengaruhi oleh rasa takut saya. Sebelum dianestesi, tekanan darah saya diperiksa, namun waktu itu saya sedang datang bulan juga jadi tekanan darah saya sedikit dibawah normal. Oya sebelum operasi saya juga disarankan untuk sarapan, karena 1 jam pasca operasi tidak boleh makan.

Karena hanya dianestesi lokal, saat operasi berlangsung saya pun masih sadar dan bisa mendengar aktivitas para dokter tapi untungnya mata saya ditutup kain (kalo tidak, mungkin nyali saya sudah ciut merasa ngeri sendiri melihat peralatan yang masuk kedalam mulut saya). Selama kurang lebih 2 jam, operasi pun selesai. Saya dikasih lihat bentuk gigi saya, ternyata harus dipotong jadi dua karena giginya terlalu miring. Selesai operasi saya diberi obat dan dijelaskan kalau beberapa hari akan mengalami bengkak. Dan juga seminggu lagi diminta untuk control.

Keluar dari rumah sakit, saya menuju parkiran mengambil sepeda dan pulang (karena waktu itu saya berangkat kerumah sakit sendirian). Beberapa kilometer pertama saya tidak merasakan sakit yang berarti karena masih dibawah pengaruh anestesi, namun beberapa saat kemudian barulah terasa seperti hampir mau pingsan rasanya, karena memang pas saya pulang hampir jam 1 siang dan pas panas-panasnya saya harus bersepeda (gowes) pulang ke kosan. Alhamdulillah akhirnya saya sampai juga dengan selamat. Hahaha, bisa dibilang nekat juga sih kalo inget waktu itu.

Lalu keesokan harinya setelah operasi itu, saya dan teman-teman pergi ke Banyuwangi. Harusnya sih istirahat biar cepat pulih, tapi karena sudah terlanjur pesan tiket dan kapan lagi bisa liburan bareng temen-temen. Saya pikir juga toh dalam perjalanan saya bisa istirahat. Teman-teman yang lain pun menanyakan keanehan pada pipi saya yang mulai bengkak, saya pun menceritakan pada mereka. Dan benar saja saat saya ke toilet kereta, saya melihat sendiri pipi saya yang mulai bengkak (mirip tokoh kartun sinchan hahaha) tapi saya tetep pede aja… sampai di Banyuwangi langsung ke tempat wisata yang sudah kita tentukan, dengan keadaan saya waktu itu saya tetap semangat (namanya juga liburan ya harus seneng). Akhirnya bengkak saya mulai berangsur mengecil setelah hari kedua di banyuwangi (tepatnya setelah muncak dari gunung ijen). Bener-bener pengalaman yang tidak patut dicontoh hahaha, harusnya istirahat setelah operasi ini malah maen-maen. Tepat satu minggu kemudian saya balik lagi kerumah sakit, bertemu dokter saya dan ditanyai ini itu. Kata dokter lukanya sudah nutup dengan bagus dan dokterpun melepas jahitannya. Saya pun disuruh pulang.

Masalah gigi bungsu yang satu sudah mulai terselesaikan…

Beberapa bulan kemudian keresahan akan gigi bungsu saya yang lain terjadi lagi. Gigi bungsu yang waktu itu sudah sempat tumbuh terkadang menimbulkan masalah nyeri yang terkadang sangat sakit hingga kepala terasa pusing. Akhirnya setelah lebaran (bulan juli 2015) saya konsultasi dengan dokter gigi saya yang ada di kampung halaman (kali ini saya memanfaatkan fasilitas dari kartu askes yang saya miliki). Dokter pun melihat kondisi gigi saya, dan langsung menuliskan surat rujukan ke rumah sakit yang lebih besar.

Beberapa hari setelah mendapat surat rujukan itu, saya langsung menuju rumah sakit yang tertera pada surat rujukan. Namun karena masih dalam suasana libur lebaran, praktek dokter baru akan dimulai minggu depan. Sesuai jadwal yang diinfokan petugas rumah sakit, saya pun datang kembali ke rumah sakit tersebut. Mendaftar dan menunggu antrian untuk dipanggil. setelah menunggu beberapa saat, saya pun dipanggil. dokter menanyakan keluhan dan mulai memeriksa gigi saya. Tak lupa saya pun menceritakan bahwa salah satu gigi saya pernah di odontec. Lalu saya disarankan untuk foto rontgen, karena foto rontgen saya yang sebelumnya tertinggal di Surabaya jadi saya harus rontgen untuk kedua kalinya.

Pada jadwal kunjungan selanjutnya, dengan membawa hasil rontgen, saya kembali ke rumah sakit tersebut. dan tentunya saya harus ijin magang, karena waktu itu saya masih melaksanakan tugas kuliah kerja profesi (magang), untunglah pihak perusahaan baik memberikan ijin untuk bolak balik kerumah sakit. Sebelum nama saya dipanggil, asisten dokter meminta hasil rontgen saya. Dan saat masuk ke ruang periksa, dokter menjelaskan bahwa gigi bagian atas saya juga impaksi dan kondisi keduanya masi didalam gusi, memang terlihat seperti normal tumbuh kebawah namun jika diperhatikan lagi gigi bungsu tersebut terhalangi oleh gigi geraham yang ada di sampingnya. Sehingga apabila tidak diambil maka kemungkinan akan tumbuh kearah pipi. Lalu dokter memberi pilihan apakah hanya satu gigi yang akan diambil (gigi bungsu bawah) namun harus dirujuk lagi ke rumah sakit lain, karena rumah sakit ini tidak bisa bius lokal. Atau diambil 3 gigi sekaligus dan operasi dilakukan dirumah sakit ini juga, jadi tidak perlu ribet lagi ke rumah sakit lain dan tentunya biar sekaligus gigi yang impaksi diambil biar dikemudian hari tidak bolak-balik. Mendengar hal itu saya langsung mengiyakan untuk 3 gigi bungsu saya diambil. Lalu asisten sang dokter mendaftarkan saya untuk jadwal operasi dan ruangan untuk saya opname. Hasil foto rontgen setelah odontec yang pertama:


Setelah beberapa kali mengalami penundaan jadwal operasi, akhirnya sekitar akhir bulan Agustus 2015 saya dihubungi oleh pihak rumah sakit dan meminta saya untuk datang kerumah sakit. Dengan diantar kakak saya, waktu itu sabtu malam saya kerumah sakit dan dijelaskan bahwa minggu siang operasi saya akan dilaksanakan. Karena pada kunjungan sebelumnya saya sudah melaksanakan cek darah, maka hari itu saya hanya tinggal datang dan menunggu waktu operasi tiba. Alhamdulillah saya mendapatkan fasilitas kelas 1, dengan ruangan yang cukup nyaman. Saat itu ternyata ada pasien lain yang juga memiliki kasus yang sama denganku, odontec. Dan waktu operasinya pun pada hari yang sama pula.

Minggu pagi setelah pukul 6 pagi secara berkala suster mengecek tensi dan juga suhu badan saya. Selain itu saya juga tidak boleh makan dan minum (puasa) sebelum operasi. Sekitar pukul 9 lebih suster membawakan baju ganti untuk operasi dan mulai memasangkan infus ditangan kiri saya. Jujur baru pertama kali itu saya merasakan diinfus (Alhamdulillah sebelumnya saya belum pernah sakit yang terlalu parah dan mengharuskan sampai diinfus). Waktu itu saya merasa ngeri seperti apa diinfus, dengan jarum suntik saja sudah ngeri apa lagi dengan infus. Sekitar pukul 11, dua orang suster masuk ke ruangan saya dan segera membawa saya ke ruang operasi. Dari tempat tidur, terlihat pengunjung rumah sakit menoleh kearahku, entah apa yang ada di benak pikiran mereka melihatku hahaha. Tak lupa saya berdoa di sepanjang lorong rumah sakit sampai masuk ke ruang operasi. Beberapa lama menunggu di ruang tunggu operasi, ada satu ranjang yang di dorong keluar, dan ternyata itu adalah pasien odontec juga. Sedikti deg-deg-an, tapi tidak terlalu takut karena sudah punya pengalaman merasakan odontec sebelumnya, jadi ya santailah..


Sempet ngefoto infusnya nih hehe..

Saat memasuki ruang operasi, dokter sedikit mengajakku ngobrol dan dokter lain menyiapkan peralatan dan mulai memasukkan cairan kedalam infus (terasa sangat sakit sekali ketika cairan itu mulai menyebar ke lengan kiriku), dokter memintaku untuk terus berdoa dan semakin lama mata terasa berat dan nafas juga semakin tak beraturan. Dan saya tertidur….(kayak hipnotis aja). Dan saat itulah operasi 3 gigi bungsu saya dimulai..

Beberapa lama kemudian saya sudah berada di ruang tunggu ruang operasi dan dokter memanggil-manggil nama saya untuk membangunkan saya. Dan langsung memasangkan alat bantu pernafasan ke hidung saya, sedangkan suster merapikan selimut saya karena beberapa saat setelah saya bangun badan saya merasa menggigil dan seperti ada rasa cemas dan takut yang saya rasakan. Saat saya sedikit lebih sadar dan tenang, suster mendorong ranjang saya keluar ruang operasi menuju ruang opname saya. Meskipun belum sepenuhnya sadar namun saat itu saya bisa merasakan ada bekas air mata yang terasa di pipi saya ( mungkin saat operasi berlangsung, secara tidak sadar saya menangis :D ). Malam hari dokter mengunjungi ruangan saya dan membolehkan saya untuk pulang keesokan harinya.

Ini nih dalam sehari 3 gigiku hilang..

Keesokan harinya kakak saya mengurus segala administrasinya, dan petugas administrasi bilang kalau syarat askes saya masih ada yang kurang, yaitu surat masih keterangan kuliah. Mendengar hal itu kakak saya pun kaget karena selama ini segala hal yang mengurus adalah saya sendiri, tapi aku juga tak kalah kaget. Saya mengingat-ingat bahwa saya merasa sudah memenuhi syarat yang disebutkan oleh petugas pada saat saya pertama kali mendaftar. Akhirnya kami harus membayar biaya tersebut terlebih dahulu dengan uang pribadi. Setelah tanya sana sini dan sedikit komplain, akhirnya kami disarankan untuk datang ke BPJS.

Lalu sesuai saran itu, hari berikutnya saya pergi sendiri ke BPJS (karena kakak saya juga harus bekerja) dengan membawa segala hal yang berhubungan dengan administrasi dari rumah sakit. Sampai di BPJS saya mengantri di bagian customer service, menceritakan dari awal sampai akhir. Dan ternyata barulah aku tau kalau syaratku yang kurang adalah surat keterangan masih sekolah (waktu itu saya hanya menyayangkan kenapa tidak dari awal petugas rumah sakit menginfokan bahwa syarat saya kurang, padahal sudah beberapa kali saya bolak balik kerumah sakit itu sebelum hari H operasi (hampir satu bulan), namun tidak diinfokan mengenai kekurangan dari syarat tersebut). akhirnya setelah mendapat penjelasan itu dari pihak BPJS, saya langsung menghubungi teman saya yang ada di Surabaya untuk memintakan surat keterangan masih sekolah dari bagian akademik kampus dan saya juga harus ke kantor taspen untuk meminta salinan slip gaji orang tua. Tanpa menunda-nunda saya langsung pulang ke rumah mengambil kartu anggota taspen dan langsung hari itu juga saya meluncur ke kantor taspen (untunglah dari SMA saya sudah terbiasa ke kantor askes yang sekarang BPJS (dulu waktu SMA saya sendiri yang mengurus membuat kartu askes) dan juga ke kantor taspen). Dan Alhamdulillah teman saya juga gerak cepat.

Pada hari berikutnya surat itu sudah ada dan dengan kecanggihan media sekarang surat itupun dengan cepat sampai ke saya (lewat e-mail). Syarat-syarat pun sudah lengkap, saya pun kembali ke kantor BPJS dan menunggu antrian. Di sela-sela menunggu antrian, saya pun mengobrol dengan pengantri lainnya dan saling bertukar cerita, dan ternyata orang yang saya ajak ngobrol itu satu almamater SMA dengan saya (namun beliau sudah angkatan tua hehehe soalnya beliau adalah angkatan paling awal saat sekolah SMA saya baru didirikan, dari obrolan itu saya jadi lebih tau tentang sejarah SMA saya).

Beberapa lama kemudian nomor antrian saya dipanggil, saya menunjukkan syarat-syarat yang kemarin diminta oleh mbak-mbak petugas ini. Untunglah mbaknya juga masih ingat sama saya (ya iyalah orang aku baru kemaren kesini). Lalu mbak-mbak itu mengutak-atik komputernya dan beberapa saat kemudian menyerahkan selembar kertas yang bisa saya gunakan untuk klaim ke rumah sakit. Setelah dijelaskan oleh petugas itu saya pun langsung meninggalkan kantor BPJS dan segera meluncur ke rumah sakit. Dan Alhamdulillah saya pun langsung dilayani oleh pihak rumah sakit untuk klaim dan saya menunjukkan surat-surat yang diberikan oleh BPJS dan juga saya menyerahkan surat keterangan masih sekolah. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya saya disuruh menuju ke kasir dan Alhamdulillah biaya yang kemarin sudah dibayarkan dikembalikan lagi secara utuh. Jadi saya hanya mengeluarkan uang untuk membayar rontgen (karena rontgen diluar, waktu itu saya rontgen di PA****TA) dan biaya untuk bolak balik kerumah sakit, selebihnya Alhamdulillah ditanggung oleh bpjs. Saya benar-benar bersyukur perjuangan saya beberapa hari ini tidak sia-sia walaupun harus menahan rasa sakit pasca operasi dan beberapa hari harus absen dari magang. Untunglah bengkak di pipi pasca operasi kali ini tidak separah ketika odontec yang pertama. Selama hampir seminggu saya hanya bisa makan sup kentang, bubur, oats, dan sejenisnya.

Seminggu kemudian saya kembali kerumah sakit untuk kontrol dan melepas jahitan, untunglah lukanya dapat menutup dengan baik. Dokter menanyai saya lebih sakit odontec yang pertama (bius lokal) ataukah yang kedua (bius total), sayapun menjawab lebih sakit odontec yang pertama (hal itu karena akibat trauma dari jarum suntik untuk anestesi, sehingga bengkak lebih terasa). Setelah selesai saya pun pulang.

Saya jadi ingat, saat SMA dulu saya sering merasa pusing dikepala bagian belakang, setelah saya membaca beberapa artikel kemungkinan pusing saya ini disebabkan oleh gigi bungsu yang tumbuh. Dan sepertinya itu benar, setelah odontec itu saya sudah jarang bahkan tidak pernah lagi merasakan sakit kepala belang seperti yang saya rasakan saat dulu masih SMA.

Jadi kesimpulannya adalah:
 Ada dua macam/cara odontec:
  1.Odontec dengan bius lokal, pasien saat operasi berlangsung masih dalam keadaan sadar. Dan efek setelah operasi (bengkak di pipi yang lumayan sakit dan sedikit besar). Sangat berasa capeknya karena pasien sadar dan harus membuka mulut selama proses operasi.
  2.Odontec dengan bius total, pasien saat operasi berlangsung dalam keadaan tidak sadar (dibuat pingsan). Efek setelah operasi tidak terasa begitu sakit dan bengkak pun tidak terlalu kelihatan. Tidak berasa capeknya karena saat operasi pasien tidak sadar.

-      Syarat-syarat untuk mendaftar (periksa) dengan askes:
   1.Surat rujukan dokter (saya kemarin meminta surat rujukan dokter keluarga saya yang telah ditunjuk oleh askes/bpjs)
   2. Fotocopy kartu keluarga
3      3. Fotocopy KTP
4      4. Fotocopy kartu askes si pasien (yang akan berobat)
   5. Tambahan: jika pasien masih sekolah/kuliah dan berumur diatas 21 tahun, sebaiknya melampirkan surat keterangan masih kuliah.

Hah benar-benar pengalaman yang sangat-sangat berharga bagi saya pribadi…

Semoga bermanfaat JJ

Nb: mohon maaf jika bahasanya kurang begitu baik, ini hanya berdasarkan pada pengalaman saya pribadi, dan menurut sepengetahuan saya. Dan saya tidak berniat menjelekkan pihak manapun, bagi pembaca saya berharap mengambil hikmah dari cerita saya.
Salam,
Silvia yh

Sumber:
http://klinikjoydental.com/odontectomy-atau-odontektomi/

Kamis, 29 Oktober 2015

Kenalan Dulu...

haloo...
namaku silvia yuni, akhirnya setelah sekian lama pengen bikin blog yang hanya sekedar jadi wacana akhirnya sekarang terealisasi juga (pernah sih dulu waktu SMP sempat punya blog tapi kelamaan nggak diupdate mungkin sekarang udah ilang). Seorang perantau dari kota Gudeg, dan nggak kerasa sekarang udah jadi mahasiswa tingkat akhir di salah satu univ. di Surabaya.
Saya sebenarnya tidak pandai menulis dan berkata-kata, jadi kalau tulisan saya aneh harap maklum namanya juga tahap belajar. Dari blog ini saya hanya berharap bisa belajar menuliskan sepotong episode kehidupan saya dan semoga bermanfaat..aamiin
terimakasih

Selamat Datang di blog saya... :)